
24 Juli 2010 / 20:05
PT Peramina menyatakan kekurangan tabung gas elpji ukuran 3 Kg di beberapa daerah disinyalir karena banyak pihak agen tidak mentaati rayonisasi dan menjual keluar daerah .
“ Masalahnya, sebelum rayonisasi agen atau pengecer dari luar daerah bebas menjual tabung gas ke wilayah lain sehingga pasokan tabung gas secara resmi hanya sudah sesuai dengan kebutuhan, namun tidak dapat memenuhi kebutuhan warga,” kata Pertamina Gas Domestik Region III, Romi Manuhutu
Romi mengatakan, seperti halnya yang terjadi di kabupaten Batang sebenarnya pasokan tabung LPG ukuran 3 Kg untuk wilayah Kabupaten Batang sudah ditambah.
“ Semula hanya 3.500 tabung per hari. Justru setelah rayonisasi 1 juni lalu, sudah 6.105 tabung tiap hari, Setelah pasokan dinaikan menjadi 6.105 dianggap masih kurang, karena agen dan pengecer dari luar Batang tak lagi bisa menjual ke wilayah Batang. Jadi, sebenarnya tak ada kekurangan. Kita hanya berusaha mengatur distribusi tabung gas agar lebih proporsional sesuai kebutuhan tiap kota dan kabupaten. Tiap 2 bulan, kebutuhan tiap daerah akan dievaluasi. Jika benar-benar kurang, bisa ditambah,” beber Romi sembari menegaskan Pertamina hanya melaksanakan keputusan pemerintah, dalam hal ini Pemprop Jateng dan Pemkab Batang, sedangkan Pertamina siap menambah ataupun mengurangi pasokan tabung.(Rzk_kl/R1.001)