Berita Terbaru

Usai Ujian Nasional, PN Slawi Eksekusi SMK Peristek Pangkah



16 April 2013 / 09:40

Koranlokal.com, ( Slawi ) – Pengadilan Negeri Slawi, tetap bersikukuh akan melakukan eksekusi terhadap SMK Peristek Pangkah Kabupaten Tegal. Usian Ujian Nasional dilaksanakan.

“ Rencana eksekusi akan kami lakukan usai dilaksanakannya UN. Sebelumnya pascagagalnya eksekusi, kami sudah koordinasi dengan pihak Polres Tegal, Disdikpora, Muspika, DPC NU, dan lainnya. Hasil koordinasi itu, setelah dilaksakannya UN Disdikpora selaku instansi terkait bakal melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mencarikan solusinya, permintaan ekseskusi tergantung penggugat,” ujar Ketua PN Slawi Haruno Patriadi SH MH melalui Panitera Sekretaris PN Slawi, SN Budi Santoso SH, kepada koranlokal.com belumalama ini.

Dia juga menegaskan, eksekusi sifatnya membantu hak orang yang menang untuk menarik apa yang dimenangkannya. Tergugat dalam tiga level sudah kalah, yakni saat sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Slawi, tergugat mencoba untuk banding ke Pengadilan Tinggi Semarang juga kalah, Kasasi di Mahkamah Agung (MA) juga kalah. “ Awalnya kasus ini mencuat, yakni dengan upaya tergugat Hj Maesaroh bersama 14 rekannya yang mengubah kepengurusan Yayasan Peristek dari akta Nomor 09 tahun 1995 sebanyak dua kali. Pada langkah pertama tergugat mengubah akta itu menjadi akta Nomor 06 tahun 1997 dan Akta Nomor 33 tahun 2003,” terangnya.

Menurutnya, secara hukum, sekolah kejuruan yang dulu masih menggunakan nama STM Peristek Kalikangkung tersebut merupakan sekolah teknik yang tetap berdiri dan dikelola sepenuhnya oleh Yayasan Peristek Maarif Nadlatul Ulama dengan dewan pendiri dan dewan pengurus berdasarkan akta Nomor 09/tahun 1995.Dengan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Slawi Nomor 01/PEN.PDT.EKS/2012/PNSLW, tanggal 13 Desember 2012. Pengajuan surat eksekusi yang dilakukan oleh Kyai Abdul Jalil bersama kawan-kawan dengan eksekusi perkara Nomor 05/PDT.G/2006/PNSLW.

Sementara itu, Kepala SMK Peristek Pangkah Drs Mustakhidin, mengatakan, sebanyak 376 siswa sedang melaksanakan UN, yang terdiri dari 345 siswa laki-laki, dan 31 putri. Mereka sedang menjalankan ujiannya di lokasi kelas yang rencananya bakal dieksekusi oleh ahli waris. “ Kami sudah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) sekaligus gugatan perlawanan ke Pengadilan Negeri (PN) Slawi. Kami yakin pengajuan PK bisa menang. Sebab, Kyai Abdul Jalil yang mengajukan eksekusi bukanlah seorang pengurus atau pengelola dalam yayasan Peristek ini, karena guru serta karyawan sekolah tetap akan menolak keras dengan eksekusi tersebut. Sebab, bangunan yang akan dieksekusi merupakan media belajar siswa. Adapun jumlah ruang yang akan dieksekusi, sebanyak 12 lokal dari 38 lokal yang ditempati kelas XI dan XII. Selain itu, satu ruang Work Shop serta sebuah wisma yayasan,”paparnya.(Mak_KL/R1)

 

   

 
Copyright © 2009 www.koranlokal.com
Jl. Mayjend Sutoyo No. 35 Tegal
Komplek Pasific Mall Lt. 1