Berita Terbaru

Video Mesum Beredar, Perangkat Desa Ketahuan Selingkuh


Foto/KL: Kondisi warga yang sebagian memilih menunggu diluar balaidesa.(Makmur)

23 Juni 2013 / 09:53

Koranlokal.com (Brebes) - Puluhan warga mulai dari yang muda hingga yang tua pada Sabtu (22/6/2013) sore menggeruduk kantor balaidesa Kalisumur, mereka menuntut oknum perangkat desa dan oknum kader posyandu yang sekaligus oknum ketua RT itu, untuk diberhentikan dari jabatannya.

Tuntutan warga tersebut lantaran keduanya terbukti melakukan perselingkuhan dan sebagai pelaku vidio mesum yang beredar santer di lingkungan desa bahkan sudah menyebar kemana-mana.

Berdasarkan informasi yang dapat dihimpun menyebutkan, oknum perangkat berinisial Rj dan oknum kader posiandu berinisial Msr diketahui warga melakukan perselingkuhan dengan bukti vidio mesum berdurasi pendek yang telah menyebar kemana-mana. Warga merasa malu dengan adanya peredaran vidio tersebut, apalagi pelakunya adalah seorang oknum perangkat dan oknum ketua RT dan aktif di kegiatan masyrakat. Upaya Kepala desa dan BPD kalisumur untuk mereda emosi warga, akhirnya memutuskan dilakukan pertemuan semua tokoh masyarakat dan para ketua RT se desa Kalisumur.

Warga yang tak mau ketinggalanpun berjubel memenuhi aula balaidesa bahkan ada yang rela menunggu diluar sembari meneriaki untuk mundur.

Kepala desa Kalisumur H Mutholib mengatakan, Sebelumnya dia memang mendapatkan pengaduan dari pihak suami ataupun istri pasangan selingkuh tersebut, supaya pihak desa bisa menjadi mediasi guna menyelesaikan persoalan itu.

" Awalnya kami dapat teror dan ancaman dari warga, jika tidak segera dilakukan pencopotan jabatan terhadap dua oknum tersebut. Bahkan sebelumnya rumah saya sempat dilempari kotoran manusia, tetapi saya tidak marah karena saya yakin warga hanya menghendaki ada langkah tegas dari kami," ujar Mutholib saat ditemui koranlokal.com seusai pertemuan tersebut. Hal senada juga dikemukakan Ketua BPD Basuni Nasukha bahwa, dirinya juga mendapatkan pengaduan dari istri oknum perangkat dan suami Mrs tersebut, oleh karenanya pihak BPD dan kades melakukan pertemuan ini. Dari hasil pertemuan itu diperoleh kesepakatan bahwa yang bersangkutan diminta untuk mengundurkan diri dan pihak desa berjanji Senin (24/6/2013) akan ada tindak lanjut terhadap persoalan ini. Mendengar keputusan tersebut, warga yang semula berjubel dan memadati balaidesa, akhirnya berangsur-angsur meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan lega.(Dhan_KL.13/RI)

 

   

 
Copyright © 2009 www.koranlokal.com
Jl. Mayjend Sutoyo No. 35 Tegal
Komplek Pasific Mall Lt. 1